Pertalite Rp25 Ribu, LPG Rp35 Ribu: Jeneponto Menjerit di Tengah Kelangkaan

Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Kelangkaan Pertalite dan LPG 3 kilogram membuat masyarakat Kabupaten Jeneponto mulai menjerit. Antrean kendaraan disebut mengular di sejumlah SPBU, sementara warga harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM.

Di tengah antrean yang memanjang, Pertalite di tingkat pengecer justru disebut meroket. Wawan Setiawan mengungkapkan harga Pertalite kini mencapai Rp18.000 per liter, bahkan disebut tembus Rp25.000 per liter.

“Beberapa hari terakhir antrean di Pertamina mengular. Masyarakat kesulitan mendapatkan bensin,” ungkap Wawan Setiawan, Minggu (13/9/2026).

Krisis energi itu disebut tidak hanya menghantam BBM. LPG 3 kg yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil juga dikabarkan sulit ditemukan. Harga di tingkat pengecer bahkan disebut mencapai Rp35.000 per tabung.

Kondisi tersebut memantik reaksi Wakil Ketua I DPD Mapancas Jeneponto, Muh. Alim Bahri. Ia mendesak Bupati Jeneponto selaku Ketua TPID segera turun tangan, bukan membiarkan masyarakat berjibaku menghadapi antrean dan lonjakan harga.

Alim meminta Pemkab Jeneponto bersama Pertamina serta aparat penegak hukum mengecek langsung distribusi BBM dan LPG, mulai dari SPBU dan pangkalan hingga pengecer. Jika ditemukan dugaan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, ia meminta tindakan tegas segera dilakukan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban persoalan distribusi. Kalau Pertalite sampai Rp18.000 bahkan Rp25.000 per liter dan LPG 3 kg Rp35.000, pemerintah harus segera mengetahui penyebabnya,” tegas Alim.

Menurutnya, kelangkaan BBM dan LPG bukan persoalan sepele karena dapat menghantam daya beli dan memicu kenaikan harga barang serta jasa. Mapancas mendesak Bupati selaku Ketua TPID memimpin koordinasi lintas sektor dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai penyebab kelangkaan serta langkah konkret untuk mengembalikan pasokan dan harga energi ke kondisi normal. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *