Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Sikap Dantim Pegasus Resmob Polres Jeneponto, AIPTU Abd. Rasyad, saat mengamankan aksi unjuk rasa, Selasa (18/8/2026), menuai sorotan tajam. Ia disebut berteriak “Lawan saya!” ke arah massa yang tengah menyampaikan aspirasi.
Peristiwa sekitar pukul 13.20 Wita itu awalnya berlangsung damai. Massa datang membawa sejumlah aspirasi terkait penanganan perkara hukum, termasuk dugaan penganiayaan.
Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu mulut antara petugas dan peserta aksi. Di tengah ketegangan tersebut, AIPTU Abd. Rasyad berada di garis depan dan melontarkan tantangan kepada massa.
Tak hanya berteriak, yang bersangkutan juga terlihat nyaris membuka bajunya hingga memperlihatkan bagian perut di hadapan peserta aksi. Aksi tersebut sontak menjadi perhatian karena dinilai dapat memperkeruh suasana.
Koordinator Lapangan, Alif, mengecam sikap tersebut. Ia menegaskan massa tidak datang untuk berkelahi, melainkan menyampaikan kritik secara damai dan meminta aparat memberikan respons secara profesional.
“Kami bukan datang untuk berkelahi. Kami menyampaikan kritik secara damai. Kalau aparat justru berteriak ‘Lawan saya’, tentu kami mempertanyakan sikap tersebut,” ujar Alif.
Menurut Alif, sikap aparat yang dinilai provokatif berpotensi memicu benturan apabila terjadi di tengah massa. Ia meminta pimpinan kepolisian mengevaluasi tindakan anggotanya agar pengamanan aksi tidak berubah menjadi pemantik konflik.
Selain itu, Alif mendesak Kapolres Jeneponto mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim terkait penanganan sejumlah perkara yang menuai ketidakpuasan masyarakat. “Kalau ditemukan ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara, kami meminta Kasat Reskrim dievaluasi dan dicopot,” tegasnya. (TIM)






