Makassar, Sulawesibersatu.com – Kelangkaan Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU Kota Makassar memunculkan ironi tajam. Saat warga harus berjibaku dalam antrean panjang demi BBM subsidi, Pertalite justru beredar bebas secara daring melalui marketplace Facebook dengan harga yang meroket.
Pantauan media sosial menunjukkan Pertalite ditawarkan dalam botol plastik hingga jeriken. Harganya mencolok: Rp35.000 untuk kemasan 1,5 liter dan Rp15.000 untuk botol air mineral ukuran kecil. Lokasi penjualan disebut berada di kawasan Kota Makassar.
Fenomena ini memicu dugaan adanya pihak yang memanfaatkan situasi sulit untuk mengeruk keuntungan. Ketika warga berdesakan di SPBU, BBM subsidi justru diperdagangkan kembali dengan harga jauh lebih tinggi melalui jalur informal.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyayangkan praktik tersebut. Ia menilai kondisi kelangkaan semestinya tidak dijadikan ladang keuntungan pribadi.
“Kami menyayangkan hal ini. Kami berharap masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak memanfaatkan kondisi yang terjadi untuk keuntungan pribadi,” tegas Lilik, Sabtu (12/9/2026).
Lilik mengatakan penjualan kembali BBM secara umum tidak otomatis dilarang dari sisi regulasi. Namun, menjual dengan harga tinggi ketika masyarakat sedang kesulitan mendapatkan BBM dinilai tidak etis.
Di tengah polemik tersebut, Pertamina memastikan stok BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, aman dan distribusi terus berjalan. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.
Pertamina mencatat konsumsi Solar JBT Agustus 2026 melonjak 14,6 persen dibandingkan Mei. Alokasi Solar kemudian ditambah 14,6 persen dan Pertalite 7,6 persen, disertai percepatan distribusi, tambahan mobil tangki, serta pasokan hingga 15 persen di atas kuota normal bagi SPBU yang antreannya tinggi.
Sejumlah SPBU strategis di Makassar juga disiapkan beroperasi 24 jam. Di tengah jaminan stok aman tersebut, munculnya Pertalite Rp35.000 di Facebook menjadi tamparan keras: ketika warga berebut BBM di SPBU, ada pihak yang justru menjadikan kelangkaan sebagai peluang bisnis. (TIM)






