Bupati Umrah Saat Rakyat Tenggelam, Gerindra Minta Mirwan MS Dicabut dari Kursi Kekuasaan

Jakarta, Sulawesibersatu.com – Di saat ribuan warga Aceh Selatan berjibaku dengan banjir dan longsor, rumah-rumah tersapu lumpur, dan jeritan minta tolong menggema di tengah malam yang pekat pemimpin daerah itu, Mirwan MS, justru hilang tak berbentuk. Bukan di lokasi bencana. Bukan di posko darurat. Tetapi di Tanah Suci, berangkat umrah tanpa izin. Kabar ini meledak seperti petir di tengah duka. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan dengan suara yang tak menyisakan ruang pembelaan. “Yang bersangkutan tidak ada izin untuk pergi umrah.”

Sementara warga menggantungkan nyawa di atap rumah, aliran sungai meluap, dan longsor menutup jalan-jalan desa, sang bupati justru berada ribuan kilometer dari tanah kelahirannya yang sedang porak-poranda. Tak hanya publik yang murka bahkan partainya sendiri, Partai Gerindra, ikut angkat tangan. Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian DPP Gerindra, mendesak Kemendagri untuk mengambil tindakan paling tegas. “Kami mengusulkan agar yang bersangkutan diberhentikan sementara.”

Tak sampai di situ, Dasco meminta Kemendagri segera menunjuk Plt Bupati Aceh Selatan agar penanganan bencana tidak lagi terombang-ambing oleh ketidakhadiran pemimpinnya. Mirwan bahkan telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan, sebuah tamparan politik yang jarang terjadi kecuali dalam kasus pelanggaran berat. Sepulangnya Mirwan ke Tanah Air, Kemendagri langsung memeriksanya.

Bima Arya menegaskan bahwa nasib Mirwan kini berada di ujung pisau pemeriksaan Inspektorat. “Sanksi sangat ditentukan oleh fakta dan data hasil pemeriksaan.” Di tengah reruntuhan rumah warga dan genangan banjir yang belum surut, publik menunggu yakni apakah Mirwan akan benar-benar dicopot? Atau justru lolos dari badai yang ia ciptakan sendiri? (AN/ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *