Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Amarah meledak dari Kantor Kelurahan Panaikang. Lurah Iskandar Nyonyo secara terbuka menyentil keras kinerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terkait proyek sumur bor yang disebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah tanpa hasil nyata.
Di depan warga dan perwakilan BBWS, Iskandar mengaku murka karena proyek yang digadang-gadang membantu kebutuhan air masyarakat justru dinilai gagal total. Ia bahkan menyebut asas manfaat proyek itu nyaris tidak dirasakan warga.
“Selama saya jadi lurah, tidak pernah ada koordinasi,” tegas Iskandar dengan nada tinggi. Pernyataan itu memicu sorotan tajam terhadap dugaan buruknya komunikasi antara pelaksana proyek dan pemerintah setempat.
Kemarahan Iskandar memuncak saat pihak BBWS datang meminta kelurahan mengusulkan titik pengeboran baru. Permintaan itu langsung ditolak mentah-mentah karena wilayahnya disebut sudah dipenuhi titik bor yang tak berfungsi maksimal.
Menurutnya, kondisi paling janggal terlihat pada proyek pembenahan terbaru. Anggaran besar dikucurkan, namun yang diperbaiki justru bukan bagian yang rusak. Hasilnya, sumur tetap tak memberi manfaat bagi warga.
“Lain yang rusak, lain yang dibenahi,” semprot Iskandar di hadapan perwakilan BBWS. Ia menilai pekerjaan tersebut tidak profesional dan terkesan asal-asalan meski menggunakan uang negara.
Untuk membuktikan ucapannya, Iskandar bahkan memanggil warga yang melintas di depan kantor lurah. Warga itu membenarkan bahwa sumur bor besar di lingkungan mereka hingga kini belum memberikan dampak nyata.
Kini Iskandar menegaskan tidak akan lagi menerima usulan proyek sumur bor baru sebelum ada pertanggungjawaban jelas atas proyek sebelumnya. Polemik ini pun memantik pertanyaan besar yakni ke mana sebenarnya miliaran anggaran itu bermuara? (TIM)






