Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Insiden memilukan kembali mengguncang dunia pendidikan di Takalar. Seorang siswi kelas 2, Ayudia Paramita Rahman, dilaporkan pingsan di lingkungan sekolah pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.30 Wita, namun diduga tidak mendapat penanganan medis yang layak dari pihak sekolah.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam setelah keluarga korban mengaku tidak menerima informasi resmi dari pihak sekolah. Ironisnya, kabar kondisi Ayudia justru pertama kali diketahui orang tua dari teman sesama siswa.
Ayah korban, Suwandi Daeng Kuling, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas apa yang ia sebut sebagai bentuk kelalaian serius tenaga pendidik. Ia menyebut anaknya seolah dibiarkan tanpa pertolongan saat berada dalam kondisi tak sadarkan diri.
Saat tiba di lokasi, Suwandi mengaku mendapati putrinya masih tergeletak tanpa penanganan berarti. Tidak ada tindakan pertolongan pertama ataupun upaya cepat dari guru maupun staf sekolah untuk membawanya ke fasilitas kesehatan.
Dalam kondisi panik, pihak keluarga akhirnya mengambil inisiatif sendiri dan segera membawa Ayudia ke Rumah Sakit (RS) Padjonga Daeng Ngalle untuk mendapatkan perawatan medis.
Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah justru memunculkan kesan saling lempar tanggung jawab. Kepala sekolah dilaporkan tidak berada di tempat saat kejadian, sementara guru BK, Suharno, mengaku tidak mengetahui insiden tersebut dan mengarahkan tanggung jawab ke unit UKS.
Situasi ini semakin memperkeruh suasana karena tidak adanya penjelasan transparan dari pihak sekolah. Sikap tertutup dan tidak kooperatif terhadap awak media turut memicu kemarahan publik.
Kasus ini kini menuai kritik luas dan menimbulkan pertanyaan serius soal standar keselamatan siswa di sekolah. Jika terbukti benar, insiden ini menjadi alarm keras bahwa kelalaian dalam dunia pendidikan bisa berujung pada risiko nyawa. (Rene Wijaya)












