Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Duka menyelimuti Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, setelah dua bocah ditemukan meninggal dunia diduga tenggelam di galian septic tank proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Tragedi itu mengguncang warga dan memunculkan kemarahan publik terhadap sistem keamanan proyek yang dinilai lalai.
Peristiwa memilukan tersebut kini menjadi sorotan serius LKBH Minasa Keadilan. Lembaga bantuan hukum itu menyampaikan duka mendalam sekaligus mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab kematian kedua korban.
Menurut LKBH Minasa Keadilan, kematian anak-anak di area proyek tidak boleh dianggap sekadar musibah biasa. Mereka menilai ada tanggung jawab besar yang harus diperiksa, terutama terkait pengamanan lokasi proyek yang diduga terbuka dan membahayakan warga sekitar.
LKBH Minasa Keadilan pun menyatakan dukungan penuh kepada Polres Takalar untuk melakukan penyelidikan secara profesional, objektif, dan transparan. Seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap proyek diminta diperiksa tanpa pandang bulu.
Mereka menegaskan, apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, maka pihak terkait wajib diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum dinilai penting agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
“Jangan sampai ada pihak yang lalai namun luput dari pertanggungjawaban hukum. Keadilan bagi kedua korban harus ditegakkan,” tegas pernyataan LKBH Minasa Keadilan.
Kasus ini juga menjadi tamparan keras bagi pelaksana proyek konstruksi di daerah. Pengawasan dan standar keselamatan dinilai masih lemah, padahal proyek berada di tengah lingkungan masyarakat dan dekat dengan aktivitas anak-anak.
LKBH Minasa Keadilan memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga proses hukum berjalan tuntas. Mereka berharap keluarga korban mendapatkan keadilan, sementara aparat diminta membuka fakta sebenarnya di balik tragedi maut itu. (Rene Wijaya)












