Diduga Cuma Fingerprint, Kepala SDN 190 Burane Disorot Dana BOS 2026 Ikut Dibongkar

Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Manajemen SDN 190 Inpres Burane, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan. Oknum kepala sekolah diduga hanya melakukan fingerprint (ceklok) pada pagi hari lalu meninggalkan sekolah, memunculkan pertanyaan serius soal kedisiplinan dan tanggung jawab pimpinan satuan pendidikan.

Dugaan tersebut dinilai bukan sekadar persoalan absensi. Jika terbukti, praktik hadir sebatas formalitas berpotensi mengganggu pengawasan sekolah dan mencederai proses belajar-mengajar yang semestinya berlangsung di bawah kendali kepala sekolah.

Sorotan makin tajam setelah wali murid mempertanyakan transparansi pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2026. Sejumlah penggunaan anggaran, terutama untuk pemeliharaan sarana-prasarana dan pengadaan buku pelajaran, dinilai belum terbuka secara jelas kepada masyarakat.

Kondisi itu memicu desakan agar pengelolaan Dana BOS tidak berhenti pada laporan administratif, tetapi diperiksa berdasarkan kondisi dan realisasi pekerjaan di lapangan. Wali murid meminta tidak ada ruang bagi penggunaan anggaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar didesak segera mengecek rekam jejak fingerprint dan kehadiran kepala sekolah. Data tersebut dinilai penting untuk membuktikan apakah dugaan meninggalkan sekolah setelah absensi memang terjadi atau hanya sebatas tudingan.

Inspektorat dan pihak berwenang juga diminta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Dana BOS 2026, khususnya belanja perawatan fisik sekolah dan pengadaan buku. Pemeriksaan diperlukan agar dugaan penyimpangan dapat dipastikan berdasarkan bukti, bukan sekadar isu.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan anggaran, Pemerintah Kabupaten Takalar diminta menjatuhkan tindakan sesuai aturan. Jangan sampai persoalan tata kelola dan dugaan kelalaian pimpinan berujung pada siswa yang menjadi korban.

Wali murid berharap Dinas Pendidikan dan Inspektorat Takalar tidak menutup mata. Mereka meminta dugaan tersebut segera dibuka seterang-terangnya agar SDN 190 Inpres Burane kembali menjadi tempat belajar yang tertib, transparan, dan bebas dari praktik yang merugikan kepentingan siswa. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *