Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Dapur SPPG Sombala Bella 1, Takalar, kembali terseret sorotan setelah sekitar 30 siswa SMPN 2 Takalar dilaporkan mengalami sakit perut hingga diare usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (31/8/2026).
Keluhan tak hanya datang dari siswa. Sejumlah guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Namun, jumlah pasti korban masih dalam pendataan dan penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan.
Kepala SMPN 2 Takalar, Rusdianto, mengatakan laporan diterima dari sejumlah wali kelas. Mayoritas siswa baru merasakan keluhan setelah pulang sekolah, terutama pada sore hingga malam hari.
“Keluhan kami terima dari beberapa wali kelas. Ada siswa dan beberapa guru yang mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan sebelumnya,” kata Rusdianto.
Pihak SPPG Sombala Bella 1 yang dikelola Yayasan Sinar Jaya Reski telah mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi laporan. Sekolah pun meminta pengawasan makanan diperketat, terutama terkait kelayakan dan higienitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
Kasus ini semakin menyita perhatian lantaran dapur tersebut sebelumnya disebut sempat menjalani suspensi dari Badan Gizi Nasional (BGN) selama kurang lebih tiga bulan. Ironisnya, dapur baru kembali beroperasi sekitar sepekan sebelum keluhan kesehatan mencuat.
Koordinator Wilayah SPPG Takalar, Nur Maulana, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan Kepala SPPG Sombala Bella 1 telah menghubunginya dan melaporkan adanya kejadian yang disebut sebagai dugaan keracunan siswa SMPN 2 Takalar.
Meski demikian, Maulana menegaskan belum ada kesimpulan bahwa makanan MBG menjadi penyebab. Investigasi akan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai bahan baku, proses memasak, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi. Jika ditemukan kelalaian, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar evaluasi dan penentuan langkah selanjutnya. (TIM)






