Gowa Sulsel, Sulawesibersatu.com – Sebanyak 121 santri dan santriwati Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Gowa resmi diwisuda dalam suasana khidmat di aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kecamatan Pallangga, Ahad (19 April 2026).
Para wisudawan berasal dari 19 lembaga keagamaan binaan FKDT Kementerian Agama Kabupaten Gowa, termasuk enam santri dari jamaah An Nadzir Gowa yang turut ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut.
Di tengah kebanggaan itu, muncul sorotan tajam terhadap kondisi di balik layar pendidikan madrasah. Ketua panitia mengungkapkan bahwa jumlah santri terus meningkat signifikan setiap tahun, menandakan tingginya kepercayaan masyarakat.
Namun, ironi tak terhindarkan. Kesejahteraan guru madrasah justru tidak mengalami perkembangan, meski beban dan tanggung jawab mereka semakin besar.
Sebagian besar lembaga masih bertahan dengan pengelolaan mandiri mulai dari pembangunan fasilitas hingga pembiayaan operasional, termasuk honor para guru yang dinilai masih jauh dari layak.
“Kami berharap ada perhatian pemerintah, minimal dalam bentuk insentif untuk guru,” ungkap panitia, menyuarakan harapan yang selama ini jarang terdengar.
Sementara itu, FKDT Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa madrasah memegang peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman agama generasi muda, meski hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan. (Iskandar/Nas)












