Trafo PLN 250 KVA Kuasai Jalan, Warga Jeneponto Terancam

Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Trafo PLN berkapasitas 250 kVA berdiri di tengah badan jalan raya Desa Langkura, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Fasilitas vital itu justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan karena memakan sebagian besar ruang lintasan kendaraan.

Pantauan di lokasi, Sabtu (26/9/2026), trafo tersebut mengambil sekitar 60 persen lebar jalan aspal. Pengendara roda dua maupun roda empat harus bermanuver tajam untuk melewati titik tersebut.

Ironisnya, pengamanan trafo hanya menggunakan lima bollard plastik. Penghalang yang mudah rusak itu dinilai jauh dari memadai untuk melindungi instalasi listrik maupun pengguna jalan dari potensi kecelakaan.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kendaraan terpaksa turun ke bahu jalan yang mengarah ke lahan persawahan. Situasi ini menjadi sangat rawan ketika kendaraan berpapasan, terlebih pada malam hari dengan pencahayaan terbatas.

Tak hanya memakan badan jalan, instalasi kabel tegangan tinggi di sekitar lokasi juga menjadi sorotan. Kabel tersebut disebut hanya berjarak sekitar 30 sentimeter dari bangunan di tepi jalan yang diduga digunakan sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Warga khawatir kondisi instalasi tersebut dapat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar bangunan. Kekhawatiran makin besar karena lokasi merupakan jalur yang setiap hari dilalui warga.

“Setiap hari lewat sini, kami harus berhati-hati membelokkan kendaraan. Kalau malam gelap, takut menabrak,” ujar seorang warga.

Warga mendesak PLN dan pemerintah terkait segera mengevaluasi penempatan trafo serta instalasi kabel tersebut. Mereka meminta jangan menunggu kecelakaan terjadi baru dilakukan pembenahan, karena keselamatan pengguna jalan semestinya menjadi prioritas. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *