Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Suasana tenang di SDN 7 Kambutta Toa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (23/4/2026). Sejumlah siswa dilaporkan tumbang setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu dugaan kuat terjadinya keracunan massal.
Jeritan dan tangis mulai terdengar ketika para siswa satu per satu menunjukkan gejala mencemaskan. Mual hebat, pusing, hingga tubuh yang melemah membuat mereka tak mampu bertahan di bangku kelas. Situasi itu dengan cepat berubah menjadi darurat.
Guru dan pihak sekolah berusaha sigap, mengevakuasi para siswa yang terdampak. Dalam kondisi panik, mereka dilarikan ke Puskesmas Tompobulu untuk mendapatkan penanganan medis, sementara orang tua dihantui rasa takut akan kondisi anak-anak mereka.
Insiden ini langsung menyeret perhatian publik terhadap pelaksanaan program MBG. Program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi justru diduga menjadi sumber ancaman bagi kesehatan siswa.
Sorotan tajam mengarah ke Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Dugaan kelalaian dalam proses pengolahan makanan mencuat, mulai dari kebersihan bahan hingga cara penyajian yang dipertanyakan.
Desakan pun bermunculan agar pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan. Investigasi menyeluruh dinilai mutlak diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini dan memastikan tidak ada pelanggaran serius dalam prosedur keamanan pangan.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Standar kebersihan dan keamanan makanan, khususnya dalam program berskala besar, tidak boleh ditawar sedikit pun.
Kini masyarakat menunggu jawaban. Di balik insiden ini, tersimpan pertanyaan besar yakni apakah ini sekadar kelalaian, atau ada kegagalan sistem yang lebih dalam? Yang pasti, keselamatan siswa tidak boleh lagi dipertaruhkan. (TIM)









