Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Proyek drainase di Lingkungan Palleko III, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menuai sorotan keras. Meski menelan anggaran Rp92.176.790 dari DAU Specific Grant (DAU SG) Tahun Anggaran 2026, hasil pekerjaan sepanjang 125,7 meter itu diduga jauh dari standar kualitas konstruksi.
Pantauan di lokasi, Minggu (1/11/2026), memperlihatkan sejumlah bagian drainase mengalami keretakan dan keropos. Bahkan, beberapa batu gunung yang menjadi material bangunan tampak terlepas dari campuran perekatnya.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar terhadap kualitas material, komposisi campuran, serta pengawasan pekerjaan. Proyek yang seharusnya menjadi solusi kebutuhan masyarakat justru memperlihatkan kondisi fisik yang memprihatinkan.
Kekecewaan warga pun meledak. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyindir keras hasil pembangunan tersebut. “Jaina antu danana nipantamai kapang ri koccikang,” ujarnya dalam bahasa Makassar, yang berarti banyak anggarannya, mungkin dimasukkan ke kantong.
Sindiran itu menjadi gambaran kekecewaan masyarakat terhadap hasil pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran negara yang digelontorkan. Warga mempertanyakan bagaimana konstruksi drainase bisa mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.
Masyarakat mendesak pemerintah Kabupaten Takalar, khususnya instansi teknis terkait, segera melakukan pemeriksaan lapangan. Kesesuaian volume 125,7 meter, kualitas material, campuran perekat, hingga spesifikasi teknis dalam kontrak harus diperiksa secara menyeluruh.
Tak hanya pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) juga didesak turun tangan untuk menelusuri dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut. Jika ditemukan penyimpangan atau kerugian negara, pihak yang bertanggung jawab diminta diproses sesuai ketentuan hukum.
Kini, proyek senilai Rp92 juta itu menjadi sorotan publik. Jangan sampai uang rakyat habis untuk bangunan yang cepat rusak, sementara pengawasan justru terkesan tumpul. Pihak pelaksana dan instansi penanggung jawab pun ditunggu klarifikasinya. (TIM)






