Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Keberadaan sejumlah bangunan Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan tajam masyarakat. Bangunan yang baru selesai dibangun itu diduga belum difungsikan sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas program tersebut.
Alih-alih menjadi pusat penggerak ekonomi desa, sejumlah bangunan KOPDES justru tampak sepi tanpa aktivitas. Kondisi itu memicu kekecewaan warga yang sejak awal berharap koperasi dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran karena bangunan telah berdiri megah, namun hingga kini belum terlihat adanya pengurus maupun kegiatan operasional.
“Bangunannya sudah jadi, tapi pintunya selalu tertutup. Kami berharap KOPDES bisa membantu ekonomi masyarakat, bukan hanya menjadi bangunan kosong,” ujarnya kepada awak media, Jumat (31/7/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bangunan KOPDES di beberapa wilayah Jeneponto berdiri kokoh dalam kondisi baru. Namun tidak terlihat adanya pelayanan, transaksi, maupun aktivitas usaha yang menandakan koperasi telah berjalan.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa bangunan itu belum dimanfaatkan secara optimal. Warga pun mempertanyakan kesiapan pengelolaan serta keberlanjutan program yang telah menghabiskan anggaran pembangunan.
Masyarakat juga meminta pemerintah desa dan instansi terkait memberikan penjelasan mengenai penyebab belum beroperasinya KOPDES. Mereka berharap program yang digadang-gadang menjadi penguat ekonomi desa tidak berhenti sebatas pembangunan fisik.
Warga mendesak agar KOPDES Merah Putih segera diaktifkan dan dikelola secara profesional sehingga anggaran yang telah digunakan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyisakan bangunan yang berdiri tanpa fungsi. (Kaharuddin/BN)






