Desakan Memuncak! Bum Cafe Diduga Sarang Prostitusi dan Miras, Polda Sulsel Didesak Turun Tangan

Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Sorotan tajam kembali mengarah ke Bum Cafe di Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Tempat hiburan tersebut kini menjadi pusat kontroversi setelah dituding tidak sekadar beroperasi sebagai kafe dan karaoke, melainkan diduga menjadi lokasi praktik prostitusi dan peredaran minuman keras.

Desakan keras datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Investigasi Negara (LIN). Ketua LIN, Arifuddin Radjab alias Daeng Tompo, secara terbuka meminta Polda Sulawesi Selatan segera turun tangan dan menutup operasional tempat tersebut.

Menurut Daeng Tompo, dugaan itu bukan tanpa dasar. Ia mengklaim pihaknya telah melakukan investigasi internal yang menemukan indikasi aktivitas ilegal di dalam lokasi yang berada di Jalan Poros Malewang tersebut.

Ia juga menyoroti lambannya penanganan di tingkat lokal. Meski Bum Cafe disebut telah berulang kali menjadi sasaran demonstrasi warga, tempat itu tetap beroperasi seolah tak tersentuh hukum.

“Kami mendesak Polda segera bertindak. Ini sudah terlalu lama dibiarkan,” tegasnya, menyiratkan kekecewaan terhadap minimnya tindakan dari aparat setempat.

Temuan di lapangan semakin memicu kecurigaan publik. Keberadaan botol minuman beralkohol di area terbuka disebut menjadi salah satu indikasi yang memperkuat dugaan adanya pelanggaran.

Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi baik dari pengelola Bum Cafe maupun pihak kepolisian terkait tudingan tersebut. Status dugaan masih belum terbukti secara hukum.

Publik pun kini menunggu langkah tegas aparat. Di tengah tekanan yang kian memuncak, penyelidikan menyeluruh dinilai menjadi kunci untuk mengungkap fakta sebenarnya tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *