Makassar, Sulawesibersatu.com – Masyarakat Nelayan Kodingareng yang sebelumnya terprovokasi oleh pihak Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel untuk melakukan tindakan kejahatan pada Proyek Makasaar New Port kini berbanding terbalik setelah diberikan pengertian mengenai dampak lingkungan yang terjadi pada Nelayan, dengan adanya Proyek tersebut justru membawa banyak manfaat dan faedah kepadanya.
Hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan yang diberikan kepada para Nelayan dan Rumah ibadah (Masjid-red) di Pulau Kodingareng sebagai bentuk kompensasi perhatian Perusahaan terhadap masyarakat disekitar area Penambangan Pasir Laut.
Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari berbagai elemen Tokoh Pemuda Masyarakat Kodingareng yang menyatakan menolak Walhi Sulsel campur tangan dalam urusan masyarakat Kodingareng terkait Tambang pasir laut untuk pembangunan Makassar New Port, kali ini mendapat Support (dukungan) lagi dari Aliansi Nelayan Kodingreng yang menyampaikan penolakannya terhadap aktivitas Walhi Sulsel dengan mengatasnamakan masyarakat Kodingareng.
Ia menambahkan, dari beberapa tulisan Spanduk itulah para Nelayan meluapkan kekesalannya dan berharap agar Walhi tidak usah lagi mencampuri urusannya karena mereka sudah merasa aman dan nyaman sebelum kedatangannya di Pulau untuk provokasi Nelayan Kodingareng, kalau merasa Gentle pergilah sebelum Masyarakat Nelayan bertindak anarkis dan mengusir paksa,”kuncinya. (Farid S/MH)












