Makassar, Sulawesibersatu.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melontarkan pesan tegas kepada Bupati Gowa Darmawangsyah Muin saat pelantikan untuk sisa masa jabatan 2025-2030, Rabu (28/10/2026). Ia mengingatkan bahwa kekuasaan tidak berlangsung selamanya dan jabatan harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
Pesan itu disampaikan dari Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, saat sejumlah kepala daerah mengikuti prosesi pelantikan secara virtual. Andi Sudirman menegaskan, Darmawangsyah masih memiliki sekitar tiga tahun untuk menjalankan program dan menjawab kebutuhan masyarakat Gowa.
“Jabatan tidak selamanya melekat,” tegas Andi Sudirman. Peringatan tersebut menjadi penekanan bahwa jabatan kepala daerah bukan sekadar kehormatan politik, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pelayanan publik dan hasil pembangunan nyata.
Gubernur juga mengingatkan bahwa pemimpin tidak boleh menutup mata terhadap persoalan warga. Meski tidak semua masalah bisa diselesaikan sekaligus, kepala daerah dituntut hadir, mengetahui kesulitan masyarakat, dan mengupayakan jalan keluar.
Andi Sudirman memastikan Pemprov Sulsel siap mendukung pemerintahan Darmawangsyah. Namun, ia meminta komunikasi dan koordinasi terus diperkuat agar program pembangunan berjalan selaras dan kebutuhan daerah dapat diperjuangkan secara bersama.
“Sekarang sudah bupati, kami tentu juga memiliki tanggung jawab untuk membantu Pak Bupati,” ujarnya. Pernyataan itu disambut tepuk tangan hadirin, sekaligus menegaskan komitmen gubernur untuk mendukung pemerintahan Kabupaten Gowa.
Gubernur turut mendorong Darmawangsyah membangun koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia menyinggung peran Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, yang disebut telah membantu sejumlah pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.
Sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, dan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, turut mengikuti pelantikan secara virtual. Kini, tantangan Darmawangsyah adalah membuktikan amanah tersebut melalui kerja nyata: sebab bagi masyarakat, ukuran kepemimpinan bukan janji atau jabatan, melainkan pelayanan dan hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan. (MH)






