Makassar, Sulawesibersatu.com – Pengungkapan jaringan penipuan daring “Pancasona Family” oleh Polda Jawa Barat yang melibatkan 12 orang asal Sidrap menjadi tamparan keras bagi Polda Sulawesi Selatan. HMI Cabang Makassar mendesak Kapolda Sulsel mengevaluasi kinerja Subdit Siber.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi HMI Cabang Makassar, Fahmi Sofyan Syahrir, menilai terbongkarnya jaringan yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Sulsel harus menjadi alarm serius. Jangan sampai jaringan kejahatan digital justru lebih dulu dibongkar aparat dari luar daerah.
Fahmi menegaskan penipuan online lintas daerah bukan kejahatan receh. Modus yang terorganisir, perpindahan uang dalam hitungan cepat, serta penggunaan teknologi menuntut aparat bekerja lebih gesit dan presisi.
“Jangan sampai perkembangan teknologi jauh lebih cepat daripada respons aparat penegak hukum. Kami mempertanyakan efektivitas Subdit Siber Polda Sulsel dalam menangani penipuan online,” tegas Fahmi.
Ia juga menyoroti keluhan korban yang harus melewati proses panjang untuk memblokir rekening atau menindaklanjuti laporan. Padahal, keterlambatan sedikit saja bisa membuat uang hasil kejahatan berpindah dan jejak pelaku semakin sulit dilacak.
HMI meminta polisi tidak berhenti pada penangkapan 12 orang. Struktur jaringan, aliran dana, pola operasional, serta kemungkinan adanya aktor lain harus dibongkar hingga ke akar-akarnya.
Sorotan makin panas setelah muncul informasi dugaan adanya oknum tertentu yang disebut-sebut membekingi jaringan SOBIS. Fahmi meminta aparat tidak menutup mata dan segera menelusuri informasi tersebut jika memiliki dasar bukti.
“Kalau benar ada oknum yang membekingi, jangan ada kompromi. Telusuri, ungkap, dan proses secara hukum,” tegas Fahmi. HMI Cabang Makassar menyatakan akan berkonsolidasi mengawal kasus tersebut dan menuntut Polda Sulsel membuktikan bahwa tidak ada ruang aman bagi pelaku maupun pihak yang melindungi kejahatan digital. (TIM)












