Uang Lobi Mutasi Bea Cukai Mengguncang, Purbaya Bantah Disuap, KPK Akui Ada Informasi

Jakarta, Sulawesibersatu.com — Dugaan pengumpulan uang untuk melobi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait mutasi pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai mencuat ke permukaan.

Purbaya langsung membantah. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang maupun imbalan untuk memengaruhi keputusan mutasi pejabat Bea Cukai, bahkan mengaku telah meminta informasi kepada KPK terkait isu tersebut.

Tak hanya soal suap, Purbaya juga membantah pernah menggunakan kewenangannya untuk mempertahankan pejabat yang menjadi sasaran dugaan lobi. Menurutnya, mutasi tetap berjalan dan pejabat tersebut akhirnya dipindahkan.

Namun, polemik belum padam. KPK justru mengakui pernah menerima informasi mengenai dugaan pengumpulan uang yang disebut-sebut dipersiapkan untuk melakukan lobi kepada Menteri Keuangan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebut informasi tersebut memang pernah disampaikan kepada penyidik. Meski begitu, ia menegaskan isu uang lobi itu bukan fokus utama perkara yang sedang ditangani.

Fokus penindakan KPK, kata Achmad Taufik, berkaitan dengan dugaan pemberian dari PT Blueray Ray. Artinya, informasi mengenai uang lobi masih berada di wilayah yang harus diuji dan ditelusuri lebih jauh.

Di sinilah pertanyaan besar muncul: siapa pengumpul uangnya, dari mana dananya, untuk siapa disiapkan, serta apakah benar uang tersebut dimaksudkan untuk membeli pengaruh dalam urusan mutasi pejabat Bea Cukai?

Bantahan Purbaya dan pengakuan KPK kini berada dalam satu pusaran polemik. Selama belum terbukti secara hukum, dugaan tersebut tidak boleh dianggap sebagai fakta, tetapi keberadaan informasi yang pernah masuk ke penyidik membuat misteri uang lobi ini layak dibongkar secara terang agar tidak menjadi kabar yang menggantung. (AN/ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *