Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Anggaran APBN sebesar Rp195 juta untuk proyek irigasi di Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, kini menuai sorotan. Proyek yang disebut dikelola Mukhlis Daeng Situ berdasarkan informasi warga dari P3A Minasa Baji itu diduga menyisakan persoalan kualitas pekerjaan.
Pantauan di lokasi pada Jumat (21/8/2026), sejumlah bagian pekerjaan disebut terlihat mengalami retakan, terutama pada bagian pondasi atas. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pelaksanaan proyek.
Warga menduga campuran material yang digunakan, khususnya semen dan pasir, tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Dugaan itu disebut menjadi salah satu faktor munculnya retakan pada konstruksi.
“Campuran semen dan pasir patut diduga tidak sesuai petunjuk teknis atau aturan yang ditetapkan sehingga banyak retakan pada pondasi bagian atas,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga tersebut mengaku hanya bisa menyaksikan kondisi proyek tanpa berani menegur pelaksana. Ia menilai pekerjaan yang dibiayai uang negara semestinya dikerjakan secara maksimal, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik.
“Kalau proyek seperti ini turun ke desa, pelaksana harus benar-benar bekerja maksimal agar manfaat irigasi ini bisa dirasakan lama oleh masyarakat petani,” harapnya.
Sorotan ini menjadi alarm bagi pihak terkait untuk turun melakukan pemeriksaan teknis. Dengan anggaran Rp195 juta, masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang kokoh dan sesuai spesifikasi, bukan pekerjaan yang baru dikerjakan sudah menuai keluhan retak.
Dugaan kualitas pekerjaan tersebut tentu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan klarifikasi pihak pelaksana. Namun, jika nantinya ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi, pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara patut dipertanyakan secara serius. (TIM)








