Protes Warga Tidak Mendapat Bantuan Sembako dari Pemda Konsel

Konawe Selatan Sultra, Sulawesibersatu.com – Kecamatan Laeya, Kelurahan Punggaluku, yang dimana pemerintah setempat dalam hal ini Kelurahan dan Kecamatan telah melakukan Pendataan dan Verifikasi warga yang akan mendapatkan bantuan sembako tersebut.

IMG 20200512 WA0303

Salah satu warga,Kepala Keluarga (KK) Ilham Jaya (Suami) Pekerjaan tidak menetap, sebagai buruh bangunan, sedangkan Cindy Ayu Rahmadany (Istri) sebagai Ibu rumah tangga saja, tinggal di Kelurahan Punggaluku Lingkungan IV, Kecamatan Laeya.

IMG 20200512 WA0309

Kepada Awak media melalui Via telpon, mengeluhkan dan mengatakan, “waktu pembagian Bantuan kemarin pada tanggal 5/5/2020, tidak ada nama ku padahal sudah di data oleh Pihak Pemerintah setempat,” ucap Ilham tanggal 10/5/2020, Pukul 05:54 Wita.

IMG 20200512 WA0306

Dan mengatakan juga. “Saya sudah di data, saya sudah masukan berkas pada saat dilakukan pendataan, melalui istri menyetorkan Foto Copi kartu keluarga sesuai yang diminta, istri saya yang pergi setor berkasnya ke Kepala Lingkungan IV, tetapi kenapa pada saat penerimaan tidak ada namaku,” ucap Ilham Jaya.

IMG 20200512 WA0308

Lanjut berkata, “pastilah saya tanyakan kenapa saya tidak dapat dan apa alasan nya sehingga saya tidak dapat padahal warga lain nya dapat bantuan nya,saya juga tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan lain dari pemerintah seperti PKH atau Bantuan lain nya,pekerjaan saya juga serabutan sebagai Buruh bangunan, rumah yang saya tinggali saja sekarang pinjam sama keluarga,” tutup.

IMG 20200512 WA0307

Saat Awak Media mengkonfirmasi tentang keluhan Ilham Jaya, melalui Via telpon,selaku Lurah Punggaluku mengatakan “Kalau saya dengan teman-teman kelurahan, kartu keluarganya ada, malah kepala lingkungan saya dia kasih liat ada, catatan saya ada karena semua yang ada kartu keluarganya itu saya catat dan setor di Kecamatan,” tuturnya.

“Dan adapun penentuan hasilnya itu ya di tim verifikasi bentukan Kecamatan, tim verifikasi data terpadu yang di dalam nya itu, tiap desa ada 10 dan nanti tim nya itu yang turun ke desa atau kelurahan dari berbagai pihak, jadi bukan dari kami cuman mengumpul data,” tutupnya. (Nurlan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *