Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kembali menyalurkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Takalar. Program ini kembali hadir setelah Takalar tidak memperoleh alokasi pada 2025.
Program P3-TGAI difokuskan pada perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier secara swakelola dengan melibatkan kelompok masyarakat. Selain memperlancar pengairan sawah, program padat karya ini juga membuka lapangan kerja bagi warga.
Ketua P3A Pattiro Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Daeng Nantang, mengatakan saluran irigasi sepanjang lebih dari 300 meter telah berhasil dibangun dan kini memudahkan petani memperoleh pasokan air.
Menurutnya, keberadaan irigasi yang lebih baik sangat membantu aktivitas pertanian. Ia berharap pemerintah bersama Anggota DPR RI Hamka B. Kady terus mendorong pembangunan irigasi sekunder maupun tersier di Takalar.
Ketua Kelompok Kale Lantang, Basri Daeng Ngerang, mengungkapkan kondisi pengairan kini jauh lebih baik. Lahan yang sebelumnya sulit mendapatkan air kini telah teraliri sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam.
Ia menyebut petani yang sebelumnya hanya mampu menanam padi sekali dalam setahun kini bisa dua kali, bahkan di Desa Kale Lantang sudah ada yang berhasil menanam hingga tiga kali dengan hasil panen yang meningkat.
Kepala Desa Kale Lantang, Daeng Kulle, menilai Program P3-TGAI membawa manfaat besar bagi kesejahteraan petani. Selain memperlancar pengairan, program tersebut juga memberdayakan masyarakat melalui sistem padat karya.
Program P3-TGAI 2026 di Takalar merupakan aspirasi Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Hamka B. Kady. Masyarakat berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak lahan pertanian yang memperoleh akses irigasi memadai. (Rene Wijaya)












