Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com – Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Sebanyak 27 siswa dilaporkan tumbang usai menyantap makanan dari program tersebut.
Polres Jeneponto mengaku telah menerima hasil uji laboratorium sampel makanan MBG dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto. Namun hasil pemeriksaan itu justru ditutup rapat dari publik.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya kandungan bakteri dalam menu MBG yang disajikan kepada para siswa. Dugaan itulah yang disebut menjadi pemicu puluhan pelajar mengalami keracunan massal.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, memilih irit bicara saat dicecar awak media terkait perkembangan kasus tersebut.
Alih-alih menjelaskan proses hukum yang berjalan, pihak kepolisian malah mengarahkan wartawan untuk meminta keterangan kepada Kodim 1425 Jeneponto.
“Silakan koordinasi langsung sama Pak Dandim,” ujar AKP Nurman Matasa saat ditemui di pelataran Polres Jeneponto, Rabu (13/5/2026).
Pernyataan itu memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Publik menilai polisi seolah enggan membuka secara terang hasil penyelidikan dugaan keracunan menu MBG tersebut.
Sementara itu, dapur SPPG yang mengelola menu MBG di Rumbia dikabarkan telah ditutup setelah rekomendasi resmi dikeluarkan pihak terkait. Program yang semula ditujukan membantu gizi siswa kini justru berubah menjadi sorotan serius. (TIM)











