Makassar, Sulawesibersatu.com – Ratusan mahasiswa dan pemuda menggeruduk Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal di Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu (4/11/2026). Mereka meluapkan kemarahan atas dugaan kelalaian pelayanan medis terhadap pasien gawat darurat yang berujung kematian.
Aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wija To Bone bersama Kerukunan Pemuda Arung Palakka 21 itu berlangsung panas. Massa menutup jalan dan bergantian melontarkan orasi, mendesak pihak rumah sakit tidak lepas tangan atas tragedi yang kini menjadi sorotan publik.
Demonstran menilai dugaan buruknya penanganan pasien kritis merupakan persoalan serius yang tidak boleh ditutupi. Mereka mengecam keras jika pertolongan medis justru terhambat urusan administrasi ketika nyawa pasien sedang berada dalam ancaman.
“Penanganan pasien kritis harusnya mendahulukan pertolongan jiwa, bukan terhambat administrasi berbelit. Kelalaian ini sangat fatal dan mencederai rasa kemanusiaan,” tegas koordinator aksi.
Massa mendesak manajemen RSI Faisal bertanggung jawab secara pidana, perdata, dan moral apabila dugaan kelalaian tersebut terbukti. Mereka juga menuntut keterbukaan SOP penanganan pasien gawat darurat agar publik mengetahui bagaimana pelayanan medis diberikan kepada korban.
Tak berhenti di situ, demonstran meminta evaluasi menyeluruh terhadap dokter, tenaga medis, dan jajaran manajemen RSI Faisal. DPRD Kota Makassar juga didesak segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), bahkan merekomendasikan pembekuan hingga penutupan operasional rumah sakit jika ditemukan pelanggaran fatal.
Aliansi menegaskan aksi tersebut bukan gertakan sesaat. Mereka memastikan perjuangan menuntut keadilan bagi korban dan keluarganya akan terus berlanjut apabila pihak rumah sakit maupun instansi berwenang tidak menunjukkan sikap serius.
“Jika tuntutan kami tidak diindahkan dan tidak ada komitmen nyata dari pihak rumah sakit, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar serta membawa kasus ini ke jalur hukum,” pungkas koordinator aksi. (TIM)









