Oknum Polisi Diduga Dalang Tambang Ilegal di Barru, Tekan Wartawan hingga Bikin Warga Murka

Barru Sulsel, Sulawesibersatu.com – Teka-teki pemilik tambang pasir yang meresahkan warga di perbatasan Desa Nepo dan Desa Manuba akhirnya mulai terkuak. Sosok di balik aktivitas pengerukan sungai yang memicu ketakutan akan banjir itu bukan orang sembarangan. Dugaan kuat mengarah pada seorang oknum polisi aktif berinisial BR.

Kabar ini langsung mengguncang warga Kecamatan Mallusetasi. Pasalnya, selama ini mereka mati-matian menolak aktivitas tambang yang dianggap mengancam keselamatan lingkungan dan kehidupan mereka. Kini, muncul dugaan bahwa kekuatan di balik tambang tersebut berasal dari aparat penegak hukum sendiri.

Situasi makin panas setelah sejumlah jurnalis yang mengangkat isu ini diduga mendapat tekanan. BR disebut-sebut menghubungi awak media secara langsung, meminta agar berita terkait tambang tersebut segera dihapus dari publikasi.

Permintaan itu bukan sekadar imbauan biasa. Dalam percakapan via telepon, BR secara terang-terangan mendesak agar pemberitaan dihentikan. Tindakan ini memicu kekhawatiran serius soal upaya pembungkaman kebebasan pers.

Tak berhenti di situ, BR juga mencoba mengajak wartawan bertemu secara pribadi dengan dalih “ngopi-ngopi” di Parepare. Namun ajakan itu mendadak dibatalkan setelah jurnalis memberikan syarat tegas yakni tidak boleh ada uang, amplop, atau bentuk “jamuan” apa pun.

Penolakan itu seolah membuka tabir lain. Dugaan adanya upaya lobi terselubung pun mencuat ke permukaan. Ketika jalur informal gagal, komunikasi dari BR pun tiba-tiba terhenti tanpa penjelasan.

Di sisi lain, warga semakin geram. Mereka merasa dikhianati jika benar aparat justru berada di balik aktivitas yang mereka lawan. Trauma banjir tahun 2022 kembali menghantui, membuat kemarahan berubah menjadi perlawanan terbuka.

Meski telah membantah kepemilikan tambang, sikap bungkam BR saat ditanya soal intervensi terhadap media justru menambah kecurigaan. Kini publik menanti: akankah kasus ini diusut tuntas, atau kembali tenggelam di bawah bayang-bayang kekuasaan? (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *