Sinjai Sulsel, Sulawesibersatu.com – Kasus mengejutkan mengguncang lingkungan perbankan di Sinjai setelah seorang oknum kepala unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Sinjai diduga membobol brankas kantor dan membawa kabur uang hingga Rp3 miliar. Aksi ini disebut berlangsung diam-diam, namun meninggalkan jejak mencurigakan yang kini tengah diusut.
Menurut sumber internal yang enggan diungkap identitasnya, uang tersebut diambil secara bertahap selama dua hari. Dugaan sementara, dana itu digunakan untuk menutup utang pribadi dan aktivitas judi online yang tak terkendali.
Yang membuat kasus ini semakin mencengangkan, pelaku diduga berupaya menghapus jejak dengan merusak kamera pengawas di dalam kantor. CCTV yang seharusnya menjadi alat bukti justru dicungkil hingga tidak berfungsi.
Aksi nekat ini sontak memicu perhatian serius dari pihak internal bank. Dugaan pelanggaran berat tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penarikan yang bersangkutan ke kantor cabang untuk pemeriksaan intensif.
Pimpinan Cabang BRI Sinjai, HM. Dandy Wardana membenarkan adanya proses pendalaman yang sedang berlangsung. Tim internal kini bergerak cepat mengumpulkan bukti dan menelusuri setiap detail kejadian untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Meski jumlah uang yang diduga disalahgunakan sangat besar, pihak bank memastikan bahwa tidak ada dana nasabah yang terdampak dalam insiden ini. Pernyataan ini sedikit meredakan kekhawatiran publik.
Namun demikian, publik tetap menanti kejelasan dan transparansi dari hasil investigasi. Kasus ini dinilai sebagai ujian serius terhadap integritas dan sistem pengawasan internal perbankan.
Jika terbukti bersalah, pelaku terancam menghadapi konsekuensi hukum berat serta sanksi profesional yang menghancurkan kariernya. Skandal ini pun menjadi pengingat keras bahwa penyalahgunaan kepercayaan bisa berujung fatal. (TIM)









