Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Sebuah video yang viral di media sosial kembali membuka luka lama masyarakat pedesaan. Kali ini, sorotan tertuju pada kondisi jalan rusak parah di Dusun Bontorita, Desa Bontongape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, yang disebut warga sebagai “jalan penderitaan”.
Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana jalan desa yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan warga justru berubah menjadi jebakan berbahaya. Lubang-lubang menganga, permukaan jalan yang hancur, dan genangan air menjadi pemandangan sehari-hari. Bukan hanya merusak kendaraan, jalan ini juga merampas rasa aman setiap orang yang melintas. “Ini bukan lagi soal nyaman, tapi soal selamat,” ujar perekam video dengan nada kecewa.
Jalan ini menjadi akses utama warga untuk bekerja, bersekolah, hingga membawa hasil panen. Ironisnya, kerusakan tersebut disebut telah berlangsung lama, namun belum juga mendapat penanganan serius. Setiap hari warga dipaksa bertaruh nasib terpeleset, mogok, bahkan jatuh hanya untuk menjalani rutinitas hidup. Video ini pun menyulut kemarahan warganet. Kolom komentar dibanjiri kritik keras dan pertanyaan tajam yakni di mana perhatian pemerintah? Sampai kapan warga harus bertahan?
Bagi warga Dusun Bontorita, jalan rusak ini bukan sekadar infrastruktur yang gagal, melainkan simbol ketidakadilan. Ketika pembangunan terus digaungkan, mereka justru masih terjebak dalam kondisi yang seolah luput dari perhatian. Kini, masyarakat berharap viralnya video ini bukan sekadar sensasi sesaat, tetapi tamparan keras bagi pihak terkait agar segera turun tangan. Karena bagi warga Bontorita, jalan yang layak bukan kemewahan melainkan hak dasar. (TIM)












