Gedung Sederhana, Prestasi Menggila! MI Hidayatussibyan Buktikan Keterbatasan Bukan Alasan

Kubu Raya Kalbar, Sulawesibersatu.com — Gedung sederhana dan fasilitas terbatas tak membuat MI Hidayatussibyan Parit Kapitan, Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya, miskin prestasi. Madrasah ini justru membuktikan kualitas pendidikan tak selalu ditentukan kemegahan bangunan.

Bukti itu kembali terlihat saat MI Hidayatussibyan menjalani akreditasi selama dua hari oleh Tim Asesor BAN-PDM Provinsi Kalimantan Barat. Tim Asesor Syarifah Aqla, S.Pd, MT dan Farikha, SP, S.Pd, M.Pd, melakukan verifikasi dokumen sekaligus mencocokkannya dengan kondisi nyata di lapangan.

Penilaian tak berhenti pada tumpukan berkas. Tim Asesor turut mengobservasi proses pembelajaran dan berdialog dengan kepala madrasah, guru, peserta didik, orang tua hingga komite untuk melihat secara langsung denyut pendidikan di madrasah tersebut.

Dalam penutupan sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Asesor mengapresiasi keterbukaan Ketua Yayasan, kepala madrasah dan seluruh dewan guru. Mereka juga berpesan agar semangat mencerdaskan generasi bangsa terus dipertahankan.

Kepala MI Hidayatussibyan, Kholil, S.Pd.I, menyebut akreditasi bukan sekadar penilaian, melainkan momentum untuk membongkar kekurangan, mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas madrasah. Seluruh arahan dan motivasi asesor, katanya, akan menjadi bahan pembenahan ke depan.

Prestasi siswa menjadi bukti paling telak. Di bidang matematika, siswa MI Hidayatussibyan pernah meraih Juara I tingkat Kabupaten Kubu Raya, kemudian melaju ke tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan sukses membawa pulang Juara III.

Tak hanya matematika, prestasi juga pernah ditorehkan di bidang Sains/IPA. Catatan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa gedung megah adalah syarat mutlak untuk melahirkan siswa berprestasi.

Bagi MI Hidayatussibyan, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. “Semua arahan dan motivasi menjadi bahan bagi kami untuk terus berbenah,” ujar Kholil. Akreditasi pun dipandang bukan sebagai garis akhir, melainkan titik awal untuk membangun mutu pendidikan yang lebih kuat sebab gedung boleh sederhana, tetapi mimpi dan prestasi anak-anak tak boleh ikut sederhana. (MH/NJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed