Gaspol Biofuel, Ambisi Kemandirian Energi atau Sekadar Janji Lama?

Gaspol Biofuel, Ambisi Kemandirian Energi atau Sekadar Janji Lama?

Jakarta, Sulawesibersatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian kembali menekan pedal hilirisasi, kali ini lewat biofuel dan bioetanol. Langkah ini disebut sebagai strategi menghadapi gejolak geopolitik sekaligus menuju kemandirian energi nasional.

Arahan ini datang langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong percepatan program energi berbasis sumber daya domestik. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor, terutama bahan bakar fosil seperti solar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa fokus kini bergeser. Setelah sektor pangan diklaim relatif stabil, pemerintah mulai mengarahkan energi sebagai prioritas berikutnya.

Program B50 menjadi andalan, dengan target mengganti jutaan ton impor solar menggunakan biodiesel berbasis sawit. Di atas kertas, ini tampak sebagai solusi cepat, namun tantangan implementasi dan dampak lingkungan tetap membayangi.

Di sisi lain, ambisi E20 campuran etanol dan bensin juga mulai digulirkan. Bahan bakunya beragam, dari jagung hingga molase, yang selama ini bahkan diekspor. Potensi besar ini kini ingin ditarik kembali untuk kebutuhan dalam negeri.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut peran sektor pertanian makin strategis, bukan hanya untuk pangan, tetapi juga energi. Artinya, petani tidak lagi sekadar produsen bahan makanan, tetapi juga pemain dalam rantai energi.

Namun, di balik optimisme itu, publik masih menunggu bukti nyata. Kolaborasi dengan BUMN dan percepatan program sering digaungkan, tetapi keberhasilan tetap bergantung pada eksekusi. Tanpa itu, hilirisasi berisiko kembali menjadi jargon yang berulang. (AN/ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *