Jakarta, Sulawesibersatu.com – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas, memicu kekhawatiran dunia terhadap ancaman perang yang semakin meluas. DPR RI mendesak Indonesia tidak tinggal diam dan segera mengambil peran diplomatik.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal atau Daeng Ical, meminta pemerintah bergerak aktif mendorong penghentian serangan militer serta menggalang upaya perdamaian melalui jalur diplomasi internasional.
Desakan itu muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania, yang kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Daeng Ical, Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan dialog, bukan kekuatan senjata, sebagai solusi penyelesaian konflik.
Ia juga meminta pemerintah memanfaatkan posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional untuk mendorong lahirnya gencatan senjata dan membuka ruang perundingan damai.
Daeng Ical menegaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama negara-negara sahabat harus segera mempertemukan Amerika Serikat dan Iran di meja perundingan sebelum konflik berubah menjadi perang yang lebih besar.
Ia mengingatkan perang tidak hanya merenggut nyawa masyarakat sipil, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas kawasan, mengguncang rantai pasok global, dan mendorong lonjakan harga energi yang berdampak hingga ke Indonesia.
“Perang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan eskalasi konflik,” tegas Daeng Ical seraya mendesak seluruh pihak menahan diri dan mengutamakan diplomasi demi mencegah bencana kemanusiaan yang lebih luas. (AN/ZA)









