Maros Sulsel, Sulawesibersatu.com – Proyek pabrik benih jagung senilai Rp34 miliar di Dusun Pagembang, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, kini menjadi sorotan tajam publik. Fasilitas yang dibangun menggunakan APBD Sulsel 2021 itu diduga tidak lagi berfungsi optimal meski sempat digadang-gadang menjadi kebanggaan pertanian Sulawesi Selatan.
Saat proses pembangunan berlangsung, pemerintah menyebut pabrik tersebut mampu memenuhi sekitar 15 persen kebutuhan benih jagung petani Sulsel atau mencapai 6.000 hingga 7.000 ton per tahun. Bahkan, fasilitas itu direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2021.
Pabrik benih jagung tersebut kemudian diresmikan langsung oleh Andi Sudirman Sulaiman dengan harapan menjadi pusat produksi benih modern pertama di Sulsel. Namun harapan besar itu kini dinilai jauh dari kenyataan.
Berdasarkan hasil penelusuran media dan keterangan warga sekitar, aktivitas di kawasan pabrik disebut sangat minim. Warga menilai bangunan megah yang menelan uang rakyat puluhan miliar rupiah itu kini lebih banyak terlihat sepi dibanding beroperasi normal.
Kondisi tersebut memicu desakan keras agar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan turun tangan melakukan penyelidikan. Masyarakat meminta aparat penegak hukum mengusut apakah proyek tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan awal atau justru menjadi pemborosan anggaran.
“Kalau memang tidak berfungsi optimal, harus ada penjelasan terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai uang rakyat habis begitu saja tanpa manfaat jelas,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi proyek.
Publik juga mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran proyek yang seluruhnya bersumber dari APBD Sulsel Tahun 2021. Mereka menilai penggunaan dana daerah wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Diketahui, proyek pembangunan pabrik benih jagung tersebut berlangsung pada masa kepemimpinan Andi Ardin Tjatjo sebagai Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait kondisi operasional terbaru pabrik tersebut. (TIM)








