Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Gelombang amarah ratusan massa penolak proyek kawasan industri di Laikang meledak pada Selasa, 28 April 2026. Aksi yang awalnya digadang sebagai penyampaian aspirasi berubah menjadi kerusuhan brutal yang mengguncang pusat pemerintahan Kabupaten Takalar.
Dengan beringas, massa merangsek maju dan merobohkan pagar besi Kantor Bupati Takalar. Suara dentuman logam dan teriakan memenuhi lokasi saat barikade utama itu akhirnya tumbang tak berdaya di hadapan amukan demonstran.
Tak berhenti di situ, massa langsung menerobos masuk ke area kantor bupati, menciptakan suasana mencekam dan chaos. Aksi ini meninggalkan jejak kerusakan nyata dan kerugian yang harus ditanggung oleh negara.
Pemerintah Kabupaten Takalar tak tinggal diam. Mereka langsung mengambil langkah keras dengan melaporkan aksi perusakan tersebut ke pihak kepolisian untuk diusut hingga tuntas tanpa kompromi.
Kepala Bagian Umum Setda Takalar, Nurhayati Langaru, menegaskan bahwa pagar yang dihancurkan adalah aset resmi pemerintah daerah. Ia memastikan pihaknya telah melayangkan laporan dan proses hukum kini sedang berjalan.
“Anggota saya sementara diperiksa di Polres Takalar,” ungkapnya, menandakan bahwa penyelidikan sudah mulai mengarah pada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi destruktif tersebut.
Pemkab Takalar menegaskan komitmennya yakni tidak ada ruang bagi tindakan anarkis. Aksi yang seharusnya damai kini berbuntut panjang, dan para pelaku di balik kerusakan ini terancam harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (TIM)












