Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Tragedi meninggalnya dua bocah akibat tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, yang sebelumnya viral di media sosial, kini mulai mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.
Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Minasa Keadilan Takalar, Muhammad Arsyad DS, SH, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Takalar dalam melakukan penyelidikan atas insiden tragis tersebut.
Menurut Arsyad, langkah Satreskrim Polres Takalar yang telah memanggil sejumlah saksi patut mendapat dukungan. Ia menilai penanganan kasus ini menunjukkan adanya keseriusan aparat kepolisian dalam mengungkap penyebab meninggalnya dua bocah di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu.
“Dilansir dari beberapa media, Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar telah memanggil empat orang saksi untuk dimintai keterangan terkait insiden tragis tersebut. Tentunya kinerja Polres Takalar patut mendapat acungan jempol,” ujar Arsyad, Minggu (31/5/2026).
Arsyad menegaskan, penyidik Satreskrim Polres Takalar diharapkan dapat bekerja secara profesional dan transparan dalam mengusut kasus yang telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Takalar.
Ia juga menyebut bahwa perhatian serius aparat penegak hukum sangat penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari, khususnya di area proyek yang dinilai berpotensi membahayakan warga sekitar.
“Kami berharap proses penyelidikan berjalan profesional sehingga keluarga korban mendapatkan kejelasan atas peristiwa yang terjadi,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Arsyad kembali menyampaikan terima kasih kepada Satreskrim Polres Takalar atas langkah cepat dalam menindaklanjuti kasus meninggalnya dua bocah akibat tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pa’rappunganta. (Rene Wijaya)






