Wartawan Dihajar Brutal di Pos Security, Pelaku Diduga Ancam Bunuh dan Kebal Hukum

Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Seorang wartawan media online, Sholeh Sibali, diduga menjadi korban penganiayaan brutal dan ancaman pembunuhan oleh pria bernama Bambang di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat sore (22/5/2026). Insiden itu terjadi di pos penjagaan Perumahan Istana Permai, Kecamatan Pattallassang.

Korban mengaku pelaku datang dalam kondisi emosi lalu langsung mengacak-acak barang di atas meja pos security dan melemparkannya ke arah wajahnya. Situasi mendadak mencekam saat Bambang disebut mulai bertindak agresif tanpa banyak bicara.

Tak berhenti di situ, pelaku diduga turun dari motor dan menghajar korban menggunakan buku tebal milik petugas keamanan. Wajah, tangan, hingga perut korban menjadi sasaran pukulan bertubi-tubi di depan pos penjagaan.

“Dia memukul saya berkali-kali, meludah, mencaci dan mengancam akan membunuh wartawan,” ungkap Sholeh, Sabtu (23/5/2026). Sebagian pukulan disebut sempat ditepis menggunakan tangan kiri korban.

Aksi brutal itu diduga dipicu pemberitaan lama terkait kasus dugaan KDRT dan penganiayaan anak yang sempat viral secara nasional pada Januari 2026. Nama Bambang kala itu ramai diberitakan usai video amatir dugaan kekerasan terhadap anak dan mantan istrinya beredar luas di media sosial.

Dalam video viral tersebut, Bambang diduga terlihat melempar anak kandungnya sendiri dan menendang mantan istrinya. Namun pelaku disebut tidak terima pemberitaan itu dan menuding seluruh informasi yang beredar sebagai hoaks.

Ironisnya, dua laporan dugaan KDRT dan penganiayaan terhadap Bambang yang disebut telah masuk di Polres Takalar sejak 2025 hingga 2026 dikabarkan belum menunjukkan penanganan serius. Kondisi itu memicu sorotan tajam terhadap penegakan hukum di Takalar.

Usai mengalami penganiayaan dan ancaman pembunuhan, Sholeh langsung melapor ke Polres Takalar. Sementara dari informasi yang dihimpun, Bambang diduga memiliki kedekatan dengan sejumlah oknum polisi karena kerap ikut kegiatan motor trail bersama beberapa perwira, sehingga muncul dugaan dirinya kebal hukum. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *