Rokok Diduga Tanpa Cukai Bongkar Aktivitas Misterius di Jeruju, Aparat Diminta Berani Usut

Pontianak Kalbar, Sulawesibersatu.com — Dugaan peredaran rokok tanpa pita cukai kembali menggegerkan kawasan pergudangan Jeruju, Pontianak, Kalimantan Barat. Tim Media Burung Hantu mengaku menemukan sejumlah rokok yang diduga tak dilengkapi pita cukai, termasuk produk yang disebut bermerek Papa Muda, MBS, dan sejumlah merek lainnya.

Temuan itu terjadi Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB ketika aktivitas pembongkaran sejumlah kontainer berlangsung di kawasan sekitar SPBU Jeruju. Situasi tersebut sontak memunculkan pertanyaan besar tentang isi kontainer dan jalur distribusi barang yang dibongkar pada malam hari.

Jika nantinya terbukti merupakan barang kena cukai yang beredar tanpa memenuhi ketentuan, persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran administrasi. Ada potensi kerugian penerimaan negara sekaligus dugaan adanya jaringan distribusi yang bekerja secara terorganisasi.

Sorotan semakin tajam setelah nama Kiang She disebut sumber di lapangan memiliki dugaan keterkaitan dengan jaringan peredaran rokok ilegal di Kalimantan Barat. Namun, dugaan tersebut wajib diuji melalui penyelidikan resmi dan bukti yang sah sebelum dapat disimpulkan sebagai keterlibatan hukum.

Aparat penegak hukum didesak membongkar seluruh mata rantai, bukan sekadar menyita barang jika memang ditemukan pelanggaran. Dari mana rokok berasal, siapa pemasok, distributor, pemodal, hingga siapa yang mengendalikan peredarannya harus dijawab secara terang.

Kapolda Kalimantan Barat dan Bea Cukai Kalbar diminta segera turun tangan melakukan pendalaman. Bila ditemukan unsur pelanggaran, penindakan harus dilakukan tegas dan profesional tanpa pandang bulu.

Sebab, publik tidak membutuhkan sekadar razia seremonial. Yang ditunggu adalah keberanian membongkar aktor di balik peredaran rokok ilegal apabila jaringan tersebut benar-benar terbukti ada.

Kini bola berada di tangan aparat. Jika ilegal, bongkar sampai ke akar; jika tidak terbukti, ungkap hasil pemeriksaan secara terbuka. Jangan sampai barangnya ditemukan, lokasinya diketahui, tetapi siapa yang bermain di belakang layar justru tetap menjadi misteri. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *