Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com — Proyek revitalisasi SDN 73 Bontorita, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, mulai menuai tanda tanya. Pantauan di lokasi, Rabu (16/9/2026), menemukan sejumlah kondisi yang dinilai warga layak mendapat perhatian serius.
Yang paling mencolok, papan informasi proyek tidak terlihat di area pekerjaan. Ketiadaan papan tersebut membuat informasi mengenai anggaran, sumber dana, pelaksana hingga masa pekerjaan menjadi sulit diketahui publik.
Sorotan juga mengarah pada keselamatan pekerja. Sejumlah pekerja yang berada di lokasi disebut tidak mengenakan alat pelindung diri (APD), padahal aktivitas konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tidak bisa dianggap sepele.
Pertanyaan lain muncul terkait siapa sebenarnya yang mengerjakan proyek tersebut. Pihak internal sekolah menyebut pekerjaan dilakukan oleh pihak luar. Informasi ini masih membutuhkan penjelasan resmi mengenai mekanisme pengadaan dan pelaksanaan revitalisasi.
Tak berhenti di situ, warga juga mempertanyakan pekerjaan bagian atap. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai rangka kanal C terlihat dipasang langsung di atas tembok tanpa terlihat adanya ring balok atau sloof atas.
“Kalau memang konstruksinya seperti itu, harus dipastikan apakah sesuai gambar kerja dan standar teknis,” ujar warga tersebut.
Dugaan persoalan konstruksi itu belum dapat dinyatakan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan teknis. Namun, kondisi tersebut dinilai cukup untuk mendorong pihak berwenang melakukan pengecekan terhadap spesifikasi dan mutu pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, Kepala SDN 73 Bontorita, Jamaluddin, S.Pd, M.Pd, belum memberikan tanggapan atas sejumlah sorotan tersebut. Publik pun menunggu klarifikasi agar pelaksanaan revitalisasi sekolah tidak menyisakan tanda tanya dan dapat dipastikan berjalan transparan serta sesuai ketentuan. (TIM)










