MAKASSAR, SULAWESIBERSATU.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas kondisi memprihatinkan Asrama Mahasiswa Sulsel (Lontara) di Bandung, Jawa Barat. Asrama yang selama ini menjadi rumah bagi mahasiswa rantau asal Sulsel itu diketahui mengalami kerusakan fisik cukup berat dan bahkan menyisakan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Plt Kepala Diskominfo-SP Sulsel, Andi Winarno Eka Putra, menegaskan persoalan tersebut bukan disebabkan kurangnya anggaran. Ia menjelaskan bahwa penundaan pemeliharaan terjadi karena refocusing anggaran dan penjadwalan arus kas pemerintah daerah. “Penanganan asrama sebenarnya sudah masuk perencanaan. Namun pemeliharaan fisik dan pengawasan tertunda karena refocusing anggaran,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Terkait tunggakan PBB, Winarno memastikan anggaran pembayarannya telah tersedia dan sama sekali bukan luput dari perhatian. Pembayaran baru dapat direalisasikan pada Triwulan IV tahun 2025, sesuai penempatan kas daerah. “Alokasinya sudah ada, hanya arus kasnya ditempatkan di Triwulan IV. Karena itu pembayarannya dilakukan sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kondisi bangunan yang kini dinilai tak lagi layak, Pemprov Sulsel memastikan renovasi besar telah dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2026. Tidak hanya Asrama Lontara Bandung, dua asrama lainnya di Yogyakarta dan Kendari juga akan mendapatkan pemeliharaan. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp2,2 miliar.
Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya mengembalikan fungsi asrama sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi mahasiswa Sulawesi Selatan. “Tahun depan renovasi akan kita laksanakan. Pemprov berkomitmen memastikan asrama kembali layak huni bagi mahasiswa Sulsel,” tutup Winarno. (RD/MH)
