Pangkep Sulsel, Sulawesibersatu.com – Suasana pelantikan sejumlah pejabat di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Pangkajene dan Kepulauan Senin (5/1/2026) memicu kontroversi. Beberapa wartawan yang hadir diminta keluar dari ruangan, dengan alasan Bupati bisa marah jika mereka mengambil gambar saat prosesi berlangsung.
“Saya masuk di belakang pintu, tapi tak lama kemudian seorang staf BKPSDM perempuan meminta saya keluar. Katanya, ‘Bu keluar ki dulu, nanti marah Pak Bupati. Nanti sudah pi pelantikan baru kita foto-foto’,” ungkap seorang wartawan yang sempat berada di lokasi.
Bukan hanya satu atau dua, puluhan wartawan lain juga menghadapi perlakuan serupa. Bahkan anggota kepolisian yang berjaga mengatakan secara tegas yaitu “Hanya tamu dengan undangan resmi yang boleh masuk.” Akses media hanya diberikan setelah prosesi, melalui rilis resmi dari Humas atau Kominfo.
Menariknya, banyak pejabat penting justru tidak berada di dalam ruangan, termasuk Sekretaris Pemdes, Camat Minasatene, beberapa kepala bidang, hingga keluarga pejabat yang dilantik. Semua diminta menunggu di luar hingga prosesi selesai.
Sekretaris Pemdes membenarkan adanya pembatasan, mengklaim langkah itu untuk menghindari gangguan. Namun, pengamatan di lokasi menunjukkan ketegangan yang lebih terasa sebagai upaya menutup akses publik ketimbang menjaga ketertiban.
Hingga saat ini, rilis resmi media memuat narasi yang hampir sama di berbagai platform, tanpa adanya liputan langsung. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar yakni apakah pemerintah benar-benar transparan? Atau apakah agenda pelantikan sengaja dijaga tertutup dari mata publik? (TIM)












