Makassar, Sulawesibersatu.com – Publik Sulawesi Selatan kembali diguncang oleh penggerebekan jaringan narkoba yang menyeret nama Puang ASS, pria asal Bulukumba, menegaskan bahwa persoalan lama belum tuntas. Kasus ini bukan sekadar kabar miring, tapi alarm keras tentang lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi benteng hukum.
Muh Akbar dari JAN Sulawesi Selatan menilai Lapas Bollangi gagal total. “Nama dan pola yang sama terus muncul, jelas ada rantai yang belum diputus. Ini kegagalan pengawasan yang parah,” ujarnya.
Desakan tegas pun dilayangkan yakni pencopotan Kepala Lapas bukan pilihan, tapi keharusan. Menurut Muh Akbar, lembaga ini tak boleh terlihat lemah menghadapi jaringan narkoba yang diduga tumbuh dari dalam institusi negara sendiri.
Kasus ini menyingkap dugaan pembiaran atau praktik sistematis di balik tembok lapas. Jika benar, Lapas Bollangi berubah fungsi dari pusat pembinaan menjadi pusat kendali kejahatan yang merugikan masyarakat luas.
JAN Sulawesi Selatan menuntut audit total, menyeluruh, dan independen. Segala bentuk keterlibatan oknum internal harus dibuka, dan mereka yang bersalah harus langsung diseret ke ranah hukum.
Kasus yang berulang dengan pola sama ini menegaskan bahwa masalah bukan kebetulan. Jika negara tidak bertindak tegas, kepercayaan publik akan runtuh, jauh lebih berbahaya daripada satu kasus narkoba tunggal.
Muh Akbar menutup dengan peringatan keras. “Ini bukan peringatan biasa. Negara harus hadir dan bertindak sekarang. Lapas bukan tempat aman bagi penjahat, tapi benteng hukum yang tidak boleh dikhianati.” (TIM)






