Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) berinisial NR di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah diduga emosional dan menantang wartawan untuk memberitakan dirinya.
Pemicunya adalah temuan media saat memantau proyek revitalisasi sekolah pada 24 Agustus 2026. Sejumlah bagian pekerjaan bangunan diduga tidak sesuai spesifikasi dan standar konstruksi yang semestinya.
Sorotan semakin tajam setelah kondisi pekerja di lokasi dipertanyakan. Penerapan Alat Pelindung Diri (APD) diduga tidak menjadi perhatian maksimal, padahal aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian penting dalam pekerjaan konstruksi.
Bukan hanya soal APD, material dan hasil pekerjaan fisik bangunan juga disebut perlu diperiksa. Temuan tersebut kemudian dipublikasikan media sebagai bentuk kontrol sosial terhadap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah.
Alih-alih memberikan klarifikasi, NR justru diduga merespons dengan kemarahan. Ia bahkan disebut menantang wartawan untuk mempublikasikan persoalan tersebut, sehingga sikap itu menuai sorotan publik.
Ketua LSM Pemantik Kabupaten Takalar, Suwandi Daeng Guling, menyayangkan respons tersebut. Menurutnya, kepala sekolah sebagai bagian dari pelayanan publik semestinya terbuka terhadap kritik dan memberikan penjelasan atas setiap persoalan yang dipertanyakan.
Suwandi menegaskan, persoalan revitalisasi sekolah bukan perkara sepele karena menyangkut uang negara, keselamatan pekerja, serta fasilitas yang nantinya digunakan para siswa. Karena itu, dugaan penyimpangan spesifikasi maupun persoalan K3 harus diuji melalui pemeriksaan yang objektif.
Ia mendesak pemerintah dan instansi terkait tidak tutup mata. Pemeriksaan terhadap material, kualitas fisik bangunan, spesifikasi pekerjaan hingga penerapan K3 dinilai perlu dilakukan secara transparan agar proyek revitalisasi tersebut benar-benar menghasilkan bangunan sekolah yang aman dan layak, bukan menyisakan tanda tanya. (TIM)












