Maros Sulsel, Sulawesibersatu.com – Dugaan sikap arogan seorang oknum Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Maros memicu kemarahan publik setelah keluarga pemilik usaha Roti Maros Setia Kawan mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Insiden itu disebut terjadi saat aparat tersebut mendatangi langsung lokasi usaha dan meluapkan emosi di hadapan orang tua pemilik.
Hardi Arfandy, anak menantu pemilik usaha, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan yang dinilai jauh dari sikap profesional aparat penegak hukum. Ia menyebut kedatangan oknum tersebut bukan untuk mencari solusi atas kemacetan, melainkan justru memperkeruh keadaan dengan amarah.
Menurut Hardi, saat kejadian dirinya tidak berada di tempat. Oknum aparat itu hanya bertemu dengan mertuanya dan langsung melontarkan kemarahan terkait kendaraan pelanggan yang dianggap menyebabkan kemacetan di sekitar toko.
Ia menilai tudingan tersebut tidak adil dan terkesan tebang pilih. Pasalnya, banyak kendaraan lain yang juga berhenti di sepanjang area tersebut, namun hanya usahanya yang mendapat teguran keras dengan cara yang dinilai tidak pantas.
Tak hanya itu, Hardi juga mengungkap adanya ucapan kontroversial yang diduga dilontarkan oleh oknum tersebut. Dalam kondisi mertuanya hanya diam, aparat itu disebut menantang untuk melaporkan dirinya ke atasan, bahkan terkesan tidak takut terhadap konsekuensi.
Pernyataan itu membuat keluarga merasa terintimidasi sekaligus geram. Mereka menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas kewenangan dan bukan lagi sekadar penertiban lalu lintas, melainkan mengarah pada dugaan arogansi kekuasaan.
Hardi menegaskan, kejadian serupa disebut telah terjadi hingga tiga kali. Merasa diperlakukan tidak adil dan terus ditekan, pihak keluarga akhirnya membuka kasus ini ke publik dan meminta adanya evaluasi tegas terhadap oknum aparat tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. (TIM)









