Kapal Dibajak di Somalia, Nyawa 17 Kru Terancam, Keluarga WNI Histeris Minta Pertolongan

Jakarta, Sulawesibersatu.com – Pembajakan kapal tanker Honour 25 di perairan Somalia berubah menjadi mimpi buruk bagi 17 awak kapal, termasuk empat Warga Negara Indonesia (WNI). Sejak 21 April 2026, mereka disandera oleh perompak bersenjata yang tak segan melontarkan ancaman pembunuhan jika tuntutan tidak dipenuhi.

Di tengah ketidakpastian, kabar terakhir dari para sandera menyebutkan mereka masih hidup. Namun kondisi di kapal disebut berubah-ubah, tergantung situasi dan emosi para perompak yang sewaktu-waktu bisa bertindak brutal.

Ancaman paling mengerikan datang langsung dari para pelaku. Mereka dikabarkan siap mengeksekusi kru kapal jika permintaan tebusan diabaikan. Pesan itu membuat keluarga korban di Indonesia hidup dalam ketakutan setiap detik.

Tangis pecah di rumah Kapten kapal, Ashari Samadikun, di Gowa. Sang ibu, Siti Aminah, tak kuasa menahan kesedihan setelah mengetahui anaknya berada di ujung maut. Ia menggambarkan Ashari sebagai tulang punggung keluarga yang selama ini menjadi harapan hidup.

Istri korban, Santi Sanaya, juga mengalami tekanan hebat. Ia sempat berkomunikasi dengan suaminya sebelum ponsel tiba-tiba tak aktif. Dalam panggilan video terakhir, Ashari menggambarkan situasi mencekam di kapal yang dikuasai perompak.

Kapal Honour 25 yang membawa minyak itu diketahui berlayar dari Oman menuju Somalia. Ini merupakan perjalanan kedua Ashari ke wilayah rawan tersebut, setelah sebelumnya berhasil kembali dengan selamat.

Sementara itu, DPR RI melalui Anggota Komisi 1, Syamsu Rizal dan pemerintah mengklaim telah bergerak cepat. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk membuka jalur negosiasi non-formal untuk menyelamatkan para sandera.

Di tengah upaya diplomasi yang berjalan, keluarga korban hanya bisa berharap. Dengan suara bergetar, mereka memohon agar pemerintah segera bertindak sebelum ancaman perompak berubah menjadi tragedi yang tak bisa diperbaiki. (AN/ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *