Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com — Drama penyaluran bantuan kembali meledak di Kelurahan Pallantikang. Seorang warga, Jumariah, datang dengan penuh keluh kesah. Ia merasa diperlakukan tidak adil, mengaku tidak pernah menerima 20 kilogram beras bantuan pangan yang harusnya menjadi haknya sebagai warga kurang mampu.
Dengan suara bergetar, ia menyampaikan pengaduan resmi ke LBH Suara Panrita Keadilan. “Saya layak dapat, tapi nama saya tidak ada. Semua orang dapat, cuma saya tidak,” keluhnya. Namun, pengaduan yang awalnya mengundang simpati itu berubah menjadi drama yang lebih panas ketika pihak kelurahan membuka fakta yang mengejutkan fakta yang menghantam narasi Jumariah bak palu godam.
Lurah Pallantikang, Ilham Buang, tampil dengan data yang tak terbantahkan.
Dengan nada tegas, ia menyampaikan. “Jumariah adalah penerima bantuan KPM. Namanya ada, bantuannya masuk, lengkap.” Tak hanya itu, bukti penerimaan bantuan dari aplikasi pun dikirimkan langsung, seolah menjadi pukulan telak yang menghapus semua klaim sebelumnya.
Drama makin panas ketika operator kelurahan, Rahma, mengungkap pengalaman pribadinya. “Dia datang ke rumah saya, ngaku tidak pernah dapat bantuan. Tapi begitu saya cek NIK-nya dia terdaftar sejak Januari sampai September. Saldonya masuk terus. Setelah saya bacakan dari aplikasi, barulah dia mengakui.” Pernyataan itu membuat suasana seolah mendidih. Narasi berubah 180 derajat yakni dari “tidak pernah menerima” menjadi “penerima aktif bantuan selama berbulan-bulan.”
Mengapa Jumariah mengaku tak pernah mendapatkan bantuan? Apakah ada kesalahpahaman? Apakah ada pihak yang menyesatkan informasi? Atau ada motif lain yang belum terungkap? Hingga kini, misteri itu masih menggantung, menunggu jawaban yang belum disampaikan oleh pihak pelapor. (TIM)












