Diduga Blokir Wartawan, Manajemen BNI Pamekasan Bungkam Soal Kegagalan KPR Warga

Sumenep Jatim, Sulawesibersatu.com – Sikap manajemen Bank BNI Pamekasan kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah wartawan mengaku kesulitan melakukan konfirmasi terkait gagalnya pengajuan KPR seorang warga Sumenep, bahkan muncul dugaan pemblokiran nomor wartawan oleh oknum pejabat bank.

Salah satu wartawan media online menyebut upaya konfirmasi kepada pejabat BNI Pamekasan, Silvia Putri Ningrum, dilakukan sesuai etika jurnalistik. Pesan WhatsApp awalnya terkirim, namun panggilan telepon tak direspons. Kejanggalan muncul saat pesan lanjutan hanya bertanda centang satu selama berhari-hari, memunculkan dugaan pemblokiran. “Jika benar diblokir, ini sangat memprihatinkan. Pejabat bank milik negara seharusnya terbuka, bukan menghindar dari wartawan,” tegasnya. 

Kasus ini berkaitan dengan gagalnya pengajuan KPR Firda, warga Desa Kolor, Sumenep, meski sebelumnya dinyatakan lolos seluruh tahapan awal oleh analis, penyelia, hingga pengembang. Bahkan, pembangunan rumah sempat diminta dipercepat oleh pihak bank demi akad kredit. Namun, di saat rumah hampir rampung, manajemen BNI Pamekasan tiba-tiba membatalkan pengajuan tanpa alasan teknis yang jelas. Keputusan sepihak itu membuat Firda terpukul dan keluarganya kecewa berat. Sang ayah akhirnya membeli rumah secara tunai demi menghibur anaknya.

Pengembang menilai kasus ini sebagai tamparan keras bagi Program 3 Juta Rumah. “Kalau rakyat kecil sudah dinyatakan layak lalu dijatuhkan di detik akhir tanpa penjelasan, ini jelas merusak kepercayaan publik,” tegasnya. 

Hingga berita ini diturunkan, manajemen BNI Pamekasan tetap bungkam. Tidak ada klarifikasi, tidak ada penjelasan. Publik kini menunggu yakni apakah BNI akan membuka suara, atau terus memilih diam di balik tembok kekuasaan? (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *