Jeneponto Sulsel, Sulawesibersatu.com — Sikap seorang anggota Polres Jeneponto di lokasi perkemahan Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, menuai sorotan. Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Adat Budaya meminta Kapolres Jeneponto turun tangan dan mengevaluasi anggotanya yang diduga bersikap arogan saat menjalankan tugas pengamanan.
Peristiwa itu disebut terjadi Kamis malam, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 22.30 WITA. Anggota FKPM saat itu tengah membantu pengamanan kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 berdasarkan mandat Camat Bangkala Barat.
Keributan bermula saat anggota FKPM meminta sebuah sepeda motor dipindahkan karena menghalangi pintu masuk dan palang perkemahan. Pemilik kendaraan yang disebut merupakan anggota Polres Jeneponto dari Unit Tahti diduga justru membentak dan menunjuk-nunjuk Ketua FKPM.
Situasi semakin panas setelah seorang anggota FKPM berusaha menasihati yang bersangkutan menggunakan bahasa Makassar. Namun, menurut sumber FKPM, respons yang diberikan justru bernada menantang.
FKPM juga menuding adanya dugaan anggota tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras. Tuduhan ini belum terverifikasi dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan resmi agar tidak menjadi fitnah.
Ironisnya, FKPM berada di lokasi bukan untuk mencari masalah. Mereka datang membantu aparat menjaga keamanan, bahkan mengatur kendaraan secara sukarela demi memastikan kegiatan masyarakat berlangsung tertib.
Sumber FKPM menyebut kejadian serupa diduga bukan kali pertama. Karena itu, mereka mendesak Kapolres Jeneponto memeriksa persoalan tersebut secara objektif dan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran disiplin.
FKPM menegaskan permintaan evaluasi bukan upaya memperkeruh keadaan. Mereka hanya ingin kemitraan polisi dan masyarakat tetap terjaga, serta memastikan setiap personel kepolisian mampu menunjukkan sikap profesional, menghormati masyarakat, dan menjadi teladan di tengah kegiatan publik. (Kahar/BN)











