Gowa Sulsel, Sulawesibersstu.com – Kabar sejumlah pejabat Pemkab Gowa dinonaktifkan memantik sorotan dan membuat suhu birokrasi daerah menghangat. Isu pencopotan jabatan pun berembus di tengah lingkungan pemerintahan.
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang akhirnya angkat suara. Ia membantah jika langkah tersebut merupakan pencopotan atau nonjob terhadap pejabat di lingkungan Pemkab Gowa.
Husniah menegaskan, penonaktifan sejumlah pejabat merupakan bagian dari penataan internal pemerintahan. Ia menyebut langkah itu sebagai hal lazim yang menjadi kewenangan kepala daerah.
“Saya rasa ini bukan kisruh, tapi hal yang lazim bagi pemerintah daerah untuk menata pemerintahannya menjadi lebih baik selaku kepala daerah,” kata Husniah, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Husniah, kebijakan tersebut dilakukan untuk menyegarkan birokrasi. Penataan diperlukan agar organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bekerja lebih tertib dan efektif.
Ia menilai penyegaran birokrasi tidak seharusnya langsung dimaknai sebagai hukuman atau pencopotan jabatan. Kebijakan tersebut disebut bagian dari upaya memperbaiki jalannya pemerintahan.
“Saya melakukan itu karena penyegaran, agar pemerintah ini berjalan dengan tertib sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya.
Pernyataan Bupati Husniah sekaligus menepis anggapan adanya kisruh besar di tubuh Pemkab Gowa. Namun, langkah penonaktifan sejumlah pejabat tetap menjadi perhatian publik dan dinanti penjelasan lebih jauh mengenai posisi serta tindak lanjut masing-masing pejabat. (MH)






