Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Seorang warga Takalar meluapkan kekecewaannya setelah anaknya yang mengalami demam tinggi dan kejang diduga tidak mendapat penanganan awal saat dibawa ke IGD Rumah Sakit Maryam Citra Medika.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi pukul 08:30 Wita. Anak tersebut diketahui mengalami demam tinggi selama tiga hari hingga kejang berulang dan kondisi matanya sempat terlihat naik, membuat keluarga panik.
Karena kondisi semakin mengkhawatirkan, orang tua pasien bergegas membawa sang anak ke rumah sakit terdekat dengan harapan mendapat pertolongan medis secepatnya.
Namun harapan itu berubah menjadi kekecewaan. Setibanya di IGD, keluarga mengaku tidak melihat adanya tindakan medis awal terhadap anak mereka dengan alasan ruang pelayanan sedang penuh.
“Saya hanya minta anak saya ditangani dulu karena panasnya sangat tinggi dan kejang-kejang. Kalau penuh saya siap menunggu, yang penting diperiksa dulu,” ungkap orang tua pasien.
Menurut pengakuannya, petugas hanya meminta keluarga menandatangani antrean tanpa melakukan pemeriksaan suhu tubuh maupun pengecekan kondisi pasien yang sedang mengalami keadaan darurat.
Kejadian tersebut memicu tanda tanya besar terkait prosedur pelayanan kegawatdaruratan, terutama terhadap pasien anak yang datang dengan gejala serius dan berisiko tinggi.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit. Sementara itu, keluhan keluarga pasien menjadi sorotan dan memunculkan desakan agar pelayanan IGD dievaluasi demi keselamatan pasien. (TIM)






