Kunker ke China di Tengah TPP Mandek, ASN Takalar “Mendidih”
Takalar Sulsel, Sulawesibersatu.com – Riuh kekecewaan menggema di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar saat Bupati Takalar, Ir H. Moh. Firdaus Daeng Manye, MM bertolak ke China. Di tengah janji kesejahteraan yang terus digaungkan, ribuan ASN justru masih menunggu hak finansial yang tak kunjung cair.
Sudah tiga bulan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) belum dibayarkan, terhitung sejak Januari hingga April 2026. Kondisi ini memukul langsung dapur para pegawai yang menggantungkan stabilitas ekonomi keluarga pada tunjangan tersebut.
Ironinya, di saat hak belum dipenuhi, pengawasan kinerja justru makin diperketat. ASN diwajibkan patuh pada dua sistem absensi sekaligus, termasuk aplikasi khusus kebijakan pimpinan daerah yang memicu kesan ketidakpercayaan terhadap sistem nasional.
“Kami diawasi sangat ketat, tapi hak kami terkatung-katung,” keluh seorang ASN di kawasan Alun-Alun Lapangan Makkatang. Disiplin tinggi yang dituntut dinilai tidak sebanding dengan kepastian kesejahteraan yang dijanjikan.
Di balik macetnya TPP, beredar kabar bahwa belum adanya Peraturan Bupati (Perbup) menjadi penghambat utama. Skema baru pembayaran triwulan disebut-sebut belum bisa dijalankan karena regulasi teknis tak kunjung rampung.
Kekecewaan makin memuncak karena kunker luar negeri dinilai bertolak belakang dengan narasi efisiensi anggaran. ASN mempertanyakan prioritas pemerintah daerah yang dianggap lebih sigap bepergian ketimbang menyelesaikan hak pegawai.
Jika kondisi ini terus berlarut, bukan hanya kepercayaan ASN yang runtuh, tapi juga wibawa birokrasi. Janji percepatan kesejahteraan dan pencairan dana desa kini terancam tinggal retorika tanpa bukti nyata. (TIM)






