Toraja Utara Sulsel, Sulawesibersatu.com — Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi’, S.Ak, MBA, dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Vox Point Indonesia (VPI) Kabupaten Toraja Utara periode 2026-2030. Amanah tersebut menjadi momentum baru memperkuat keterlibatan umat Katolik dalam kehidupan sosial, politik, dan pembangunan.
Pelantikan dan pengesahan pengurus berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan pada Sabtu (29/8/2026). Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia Nomor 025/Kep/DPN/VIII/2026.
Ketua DPD Vox Point Indonesia Sulawesi Selatan, Agustinus Bangun, SH, MH, menyampaikan ucapan selamat kepada Andrew Branch Silambi’ beserta seluruh jajaran pengurus. Ia mengapresiasi kesediaan para pengurus mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan kemampuan untuk kepentingan umat serta masyarakat.
Agustinus menegaskan, keterlibatan umat Katolik dalam kehidupan politik dan kemasyarakatan merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi demokrasi dan pembangunan. Vox Point Indonesia diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pengabdian yang menjunjung integritas, persaudaraan, serta kepentingan masyarakat.
“Kesediaan menjadi pengurus Vox Point Indonesia adalah jawaban ya terhadap panggilan Gereja untuk berjalan bersama mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” ujar Agustinus.
Di bawah kepemimpinan Andrew, struktur DPW Vox Point Indonesia Toraja Utara diperkuat Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Pastor Moderator, Pengurus Harian, serta 11 bidang strategis. Komposisi kepengurusan melibatkan unsur tokoh agama, pemerintahan, akademisi, profesional, praktisi, hingga masyarakat dengan beragam latar belakang kompetensi.
Pastor Moderator dipercayakan kepada RD. Paulus Tongli. Sementara Andrew didampingi Drs. Johny Parubak, M.Si sebagai Wakil Ketua I dan Antonius Semben, SE sebagai Wakil Ketua II. Kepengurusan juga diperkuat sejumlah bidang, mulai dari hubungan masyarakat dan publikasi, penelitian, kemasyarakatan, pendidikan dan politik, organisasi, perempuan dan perlindungan anak, hukum dan advokasi, pariwisata, sosial budaya, pertanian, lingkungan hidup, hingga penanganan bencana dan kesejahteraan sosial.
Agustinus berharap pengurus baru segera melakukan konsolidasi dan menyusun program yang menyentuh kebutuhan umat serta masyarakat. Periode 2026-2030 diharapkan tidak berhenti sebagai amanah organisasi, tetapi menjadi ruang melahirkan kader Katolik berintegritas, berwawasan kebangsaan, dewasa dalam berdemokrasi, serta aktif mengambil bagian dalam pembangunan Toraja Utara dan Indonesia. (Rz)












