Sehari setelah acara upacara Melasti itu, tepatnya pada Selasa (5/3/2019) salah seorang warga Luwu timur lakukan piknik di Pantai itu. Dia merasa kecewa dan kesal, karena rencana piknik di Pantai Ujung Suso bersama keluarganya terpaksa dibatalkan lantaran tumpukan sampah yang berserakan dimana-mana.
“Terus terang kami kecewa dan kesal pak, dimana-mana tumpukan sampah berserakan. Seharusnya pihak pelaksana kegiatan kemarin cepat melakukan pembersihan, apa lagi ini Pantai Ujung Suso kan salah satu destinasi di luwu timur,” ungkapnya melalui pesan singkat di WhatsApp.
Sementara itu seorang penggiat aktivis muda Luwu Timur yang dikonfirmasi awak media mengungkapkan rasa kecewa yang amat dalam.
“Astagafirullah coba konfirmasi ke pelaksana kegiatan kemarin karena Pantai itu tempat wisata. Dan itu milik masyarakat Luwu Timur bukan milik pribadi atau sekelompok orang. Nah sekarang kalau sudah begini siapa yang mau tanggung jawab dengan sampah-sampah itu,” ucap HR.
Kira-kira bagaimana rasa nyaman pengunjung yang datang dibelakang. “Intinya Kepala Dinas Pariwisata tentu harus mencari solusinya terkait itu,” lanjutnya melalui pesan singkat WhatsApp kepada awak media ini.
Dimana, sambungnya, komitmen kita dengan adanya hari peduli sampah, yang jelas-jelas saya pribadi kalau bisa di buatkan saja aturan khusus terkait tempat-tempat wisata, demi menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama,” tutupnya.
Sementara itu di tempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parkebmudora), Hamris Darwis yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan dalam waktu dekat akan turun ke lokasi wisata tersebut bersama pemuda perada Hindu guna melakukan pembersihan.
“Inysa Allah secepatnya kami akan turun bersama Perada Umat Hindu, namun sebelumnya Kami koordinasikan dulu dengan Pemerintah
Desa dan pemuda Hindu,” jelas Hamris singkat. (Al)










